Welcome at our website '"www.tailorku.com" Kami Menerima jahitan setelan Jas untuk perorangan atau seragam kantor dll, Kami pun melayani panggilan ukur ke rumah/hotel/kantor Anda*...

penampilan para Advocat indonesia


Beragam Gaya Penampilan Advokat Pria
Ada yang menjaga penampilan, ada juga yang cuek.
MAR
Dibaca: 2988 
Beragam Gaya Penampilan Advokat Pria
Reno Iskandarsyah (kiri) dan Indra Safitri (kanan). Foto: RES
Penampilan bagi mayoritas advokat perempuan di Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal (HKHPM) sesuatu hal yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Kebanyakan dari mereka pun rajinmengoleksi tas, pakaian dan aksesoris bermerek terkenal. Lalu, bagaimana dengan advokat pria?

Para advokat pasar modal dari kaum adam memiliki gaya penampilan yang berbeda. Ada yang suka mengoleksi barang bermerek, tetapi ada juga yang cuek dengan barang yang dikenakannya.

Managing Partner dari Iskandarsyah & Partners, Reno Iskandarsyah memiliki selera tinggi dalam berpenampilan. Tidak hanya mengkoleksi barang-barang mewah untuk melengkapi penampilannya, tetapi dia juga memperhatikan fungsi dari barang-barang yang dipilihnya. Salah satunya adalah jam tangan.

“Kalau jam tangan saya suka koleksi jam tangan tapi all brands, asal cocok, pas harganya, bagus modelnya, OK dan fungsional dalam artian semuanya ada, ada tanggalannya, ada krononya, akan saya beli,” papar pria yang memiliki koleksi 20 jam tangan ini.

Reno mengatakan sudah memilki jadwal menggunakan koleksi jam tangannya itu. Ia mengaku paling sering memakai jam tangan dengan model rantai. Jam tangan model ini dikenakannya di hari kerja, dari Senin hingga Rabu. Sedangkan untuk jam tangan dengan tali kulit, biasanya hanya dipakai bila Reno sedang mengenakan baju lengan pendek.

Beberapa koleksi jam tangannya berasal dari berbagai merek, seperti merek Rolex, Tag Heuer, Guess, Roamer dan lain-lain.

Berbanding terbalik dengan jam tangan, untuk urusan alas kaki, Reno lebih cuek. Dia mengaku hanya memiliki tiga pasang sepatu. Sepatu pilihannya Reno biasanya dari bahan kulit, simple tanpa tali dan nyaman.

“Saya pilih sepatu yang nggak pakai tali karena praktis tidak perlu ngiket-ngiket karena saya orangnya simple. Merek favoritnya untuk sepatu adalah Andrew, kuat simple tapi nggak mahal-mahal kok standar aja,” jelasnya.

Meski senang 'bergaya', Reno mengaku tidak hobi belanja. Tetapi sekali belanja budget yang dikeluarkan olehnya untuk pakaian dan sepatu mencapai Rp30 sampai Rp40 juta. “Tergantung kalau mau belanja ya belanja, kalau enggak ya nggak belanja sebulan, saya bukan tipikal yang sering belanja,” paparnya.

Lain Reno, lain Indra Safitri. Ketua Umum HKHPM ini mengaku hanya memilih jam tangan murah untuk melengkapi penampilannya. Indra juga lebih memilih membeli bahan sendiri dan menjahit di tukang jahit biasa untuk membuat jas.

“Ini jam tangan murah, saya kalau mau beli barang bukan berdasarkan merek tapi fungsional tapi bisa dipakai lama dan enak dipakai, saya bukan termasuk yang senang dengan gaya,”  jelas Senior of Counsel di firma hukum Melli Darsa & Co ini kepada hukumonline.

Meski begitu, Indra tetap menilai bahwa penampilan tetap penting. Misalnya untuk acara-acara tertentu yang penting, seperti rapat untuk acara internasional. Dalam acara-acara seperti ini, barulah Indra tampil dengan jas. Biasanya, sehari-hari, ia lebih memilih batik yang menurutnya lebih nyaman dan tidak panas dibanding jas.

“Dalam forum, seminar atau kegiatan terbatas tidak perlu pakai jas, tetapi kalau acara internasional dan itupun sekali-sekali kita perlu pakai jas,” jelasnya.

Indra menjelaskan, untuk urusan jas dia lebih memilih untuk membeli bahan sendiri dan dibuat di tukang jahit biasa. “Jadi saya ke tukang jahit biasa, brand untuk saya tidak jadi ukuran karena biasanya ada brand yang bagus tetapi belum tentu cocok dipakai kita,” jelasnya.

Lebih lanjut, Indra mengatakan pengacara tidak dilihat dari kalung intan berlian yang dipakai. Menurutnya, pakaian itu hanya untuk menunjukkan kerapian bagaimana dia menampilkan dirinya sebagai sosok yang bisa dipercaya, bukan ukuran nilai yang dipakai. Ia juga mengaku kerap memilih pakaian berwarna gelap untuk menunjukan kesan gentleman dan profesional.

Indra Allen, Senior Associate pada firma hukum Widyawan & Partners, lebih cuek untuk urusan penampilan. Ia mengaku tidak pernah berbelanja pakaian kerja sendiri. “Saya tidak pernah beli pakaian sendiri. Selalu dibeliin istri saya. Jadi nggak pernah tahu mereknya apa atau budgetnya berapa, yang dibeliin istri ya dipake aja,” ungkapnya.

Saat bekerja Indra rata-rata hanya memakai kemeja dan celana hitam, sedangkan Sehari-hari Indra Allen memakai kaos dan jeans. Sama seperti pengacara pada umumnya warna gelap seperti hitam dan abu-abu mendominasi pakain kerjanya. “Karena kebanyakan di kantor saya gitu, jadi saya ngikut aja dari pada jadi alien sendiri,” ujar Indra.

Untuk urusan jam tangan, Indra hanya mempunyai dua jam tangan yang tidak pernah diganti selama 10 tahun yaitu Casio dan Guess. Sedangkan untuk tas, Indra Allen memilih tas merek Samsonite, karena murah, awet dan kuat. Sedangkan untuk aksesoris seperti dasi biasanya Indra memilih berbelanja di Rumah Mode, Bandung.
Sumber : hukumonline.com